,
13 Desember 2019 | Dilihat: 564 Kali
Terkait Polemik Ganti Rugi, Pemilik Lahan Akan Geruduk Istana Presiden Dan Kementrian PUPR
noeh21
 

Jakarta - Puluhan warga Cilincing yang Terdampak lahanya terkena pembebasan proyek Jalan tol Cibitung- Cilincing  yang sampai saat ini belum menerima ganti rugi dari pihak pemerintah. Sudah 6 bulan para pemilik lahan berupaya menuntut pembayaran atas lahan miliknya yang sudah terkena proyek jalan tol. Tidak kunjung di bayarkannya ganti rugi tersebut, ada dugaan pihak pemilik proyek kementrian PUPR direktorat bina marga yang di ketuai oleh PPK selaku Pelaksana proyek tersebut terkesan mempersulit  warga dalam menuntut Hak nya sehingga pembayaran ganti ruginya terkatung - katung.

Menyikapi permasalahan tersebut, Ketua Umum Lipan RI Harun S Prayitno, SE., SH menjelaskan, Pemilik lahan sudah berjuang selama 6 bulan untuk menuntut haknya tidak kunjung terealisasi dan Yang lebih aneh lagi dari pihak panitia pengadaan tanah  dilempar ke pengadilan dikonsinyasikan. Sementara dalam proses Konsinyasi atau penitipan ganti rugi di pengadilan dilakukan bila ada pihak yang menolak besaran ganti rugi, pemilik tidak diketahui keberadaannnya, atau objek sedang menjadi objek perkara.

Lebih lanjut Harun Menjelaskan, pada lahan tersebut diyakini tidak terjadi sengketa atau adanya warga yang menolak ganti rugi sehingga hal tersebut tidak perlu terjadi proses Konsinyasi. Warga yang menunggu ganti Rugi Merasa di gantung urusannya padahal lahan tersebut sudah ada pasang tiang panjang dan ada Yang telah diurug. Maka atas hal tersebut, demi memenuhi rasa keadilan atas haknya warga akan meminta perlindungan hukum dan mengadukan ke Bapak Presiden dan Menteri PUPR untuk menuntut akan haknya.
 

Alamat DPN LIPAN RI

Gedung Yayasan Purna Bakti (Yarnati) Lt 4 Ruang 405 - 407 Jln Proklamasi
No 44 Menteng - Jakarta Pusat (10320)
Telp/ Fax (021)3928018
Email: dpn.lipanri@gmail.com
Terdaftar Kumham RI AHU : 20170327204822278373
Terdaftar di 
Berita Negara No. 063 Tambahan Berita Negara RI No. 000301
Tanggal Terbit 07 Agustus 2020 Perum Percetakan Negara RI